Menokohkan Pengurus LDJ : Strategi Pencitraan kader dan Lembaga Dakwah Jurusan


Cukup miris rasanya melihat kondisi dakwah jurusan di kampus.. Masalah kader, masalah sumber daya yang akan menginfakkan jiwanya di jalan dakwah. Minimnya keinginan para mahasiswa untuk mengalihkan penuh perhatiannya ke lembaga dakwah di jurusan.

Di kampus banyak sekali organisasi mahasiswa sebagai realisasi kreativitas mahasiswa untuk menunjukkan aktualisasi diri sebagai agen perubahan. Banyaknya suguhan organisasi akademik dan non akademik yang bertengger di kampus tentunya selalu dikerumuni oleh massa dari berbagai kalangan. Dan tidak pernah ada kata “kekurangan SDM” untuk kategori oraganisasi mahasiswa seperti ini. Selalu ada generasi yang mencuat ketika proses kaderisasi dieksekusi. Eksistensi dan popularitas menjadi bagian penuh dari dikukuhkannya mereka dalam wadah kreativitas diri di atas. Tak perlu ada ajakan, pendekatan personal,  dan media lainnya ketika regenerasi organisasi jenis ini dimulai. Seperti semut yang mendatangi gula, akan ada secara terbuka mereka yang ingin bergabung.

Lalu, apa bedanya dengan organisasi kerohanian Islam yakni LDJ (Lembaga Dakwah Jurusan) dibandingkan jenis organisasi di atas? Mengapa organisasi di atas selalu menjadi prioritas mayoritas mahasiswa dalam pemberian penuh tanggung  jawabnya? Bahkan mungkin hanya sisa perhatian yang diberikan kepada LDJ sebagai prioritas kedua.  

Jika mengamati realita yang ada, maka dalam pandangan saya faktor utama yang merupakan sinyal kurangnya minat mereka terhadap LDJ adalah POPULARITAS. Baik para aktivis dakwah maupun LDJ selalu sepi dari publisitas sehingga kiprah mereka tidak diketahui oleh kebanyakan mahasiswa. Nah, gimana caranya agar mereka tertarik dengan organisasi keislaman? Di sinilah penokohan/pencitraan berbicara.

Mengapa penokohan menjadi sangat penting? Karena ini juga merupakan salah satu strategi dakwah. Karena pencitraan inilah yang akan menentukan image dari kader, LDJ, dan kampus kita.

Hanya saja karena para pengurus LDJ kurang ditokohkan atau dicitrakan, sehingga LDJ masih saja dianggap ekslusif. Disnilah pentingnya penokohan, penokohan dalam dakwah bisa menghilangkan kesan ekslusifitas tadi. Penokohan/pencitraan ini harus meliputi beberapa dimensi, yaitu pencitraan LDJ dan pencitraan kader-kader LDJ.

Kader LDJ adalah wajah dari LDJ tersebut.  Kader merupakan agen “marketing” dari sebuah LDJ. Kader merupakan citra utuh dari sebuah LDJ. Itulah sebabnya muncul kasus LDJ dianggap eksklusif padahal di sisi lain acara dan program-program dari LDJ tersebut cukup massif. Kenapa? Karena mungkin beberapa (atau kebanyakan) kader-kadernya merupakan kader yang belum bisa bersikap inklusif dan membaur di lingkungannya.

Pada batas ini, jelas bahwa pencitraan kader sebagai seorang individu dan da’i menjadi sangat penting sebagai bagian dari pencitraan LDJ secara utuh. Lalu bagaimana caranya mencitrakan seorang kader LDJ ?

  • Penokohan

Yang kita inginkan adalah menghadirkan tokoh-tokoh yang menjadi rujukan/ teladan bagi mahasiswa pada umumnya. Misalnya, membangun pencitraan lembaga yang prestatif juga sangat cocok,khususnya untuk menjangkau teman-teman yang haus akan prestasi. Pada kasus ini,LDJ harus mampu menonjolkan sisi prestasi para kader yang dimiliki. Prestasi kader LDJ yang dimunculkan dapat berasal dari berbagai dimensi, mulai akademik (peraih juara PIMNAS, mahasiswa berprestasi, lomba taraf nasional-internasional, dll), organisasi (kader LDJ yang menjadi ketua UKM, ketua himpunan, presiden BEM, dll), dan prestasi keagamaan (prestasi murattal, hafidzh, atau lomba-lomba keagamaan lainnya). Dengan cara pemunculan prestasi-prestasi kader ini, image LDJ/LDK akan terangkat sebagai lembaga yang mampu mengantarkan kader-kadernya menuju prestasi yang luar biasa.

  • Pelayanan

Selain melalui penokohan yang bersifat optimalisasi peran strategis di berbagai momentum, pencitraan kader dapat dilakukan dengan maksimasi pelayanan dari setiap individu kader. Pada tahap ini, seluruh kader dapat berperan sebagai agen pelayanan, karena memang tidak ada persyaratan khusus untuk menjalankan peran ini.

Pelayanan yang dilakukan dapat melalui berbagai macam cara, misalnya penyambutan mahasiswa baru dengan cara membagikan pin dan majalah seizine seperti yang dilakukan oleh LDJ KISI. Pada saat itu setiap kader diharapkan dapat melakukan penyambutan secara optimal dan memberikan citra bahwa kader LDJ adalah kader yang santun dan bersahabat.

  • Strategi Pencitraan

Lalu bagaimana agar pencitraan ini dapat optimal dan sekaligus dapat menjadi pencitraan positif bagi LDJ? Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Menggunakan atribut standar LDJ, misalnya pin, jaket LDJ, gantungan kunci, dll. Atribut ini harus selalu dipakai kemanapun dan oleh kader yang berperan sebagai apapun. Dengan cara itu, citra kader LDJ akan menjadi sangat baik, bahwa kader LDJ dapat berperan di berbagai tempat
  2. Mempublikasikan. Bahwa dalam setiap peran yang diambil, sebisa mungkin kader mempublikasikan bahwa ia merupakan kader LDJ, kader dakwah. Dengan beberapa tips di atas, insya Allah citra kader dan citra LDJ akan menjadi lebih baik. Dan secara tidak langsung, LDJ yang merepresentasikan wajah islam di jurusan juga dapat membawa suasana keislaman yang kondisif.

Namun perlu dicatat bahwa pembentukan image ini harus sesuai dengan kenyataan, dan “pas” dengan ekspektasi mahasiswa. Dengan begitu, pencitraan akan efektif dalam melahirkan minat para mahasiswa untuk berpartisipasi dalam LDJ kita.

One response

  1. bagus ukh, artikelnya
    utk merealisasikan hal diatas tentu tak semudah membalikkan telapak tangan
    jika melihat medan, rasany sulit utk melakukan hal itu..
    walaupun ada, tapi mayoritas anak-anak yg aktif di organisasi kerohanian, seringkali merasa enggan utk masuk ke ranah siyasi,
    tul gak ?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s