Tentang Hujan



Adalah langit yang memiliki kekayaan berupa butiran-butiran air, yang dengan itu ada hujan, yang dengan itu cahaya surya dibiaskan membentuk bianglala yang kokoh membusur dalam pigura alam, tangan Tuhan sengaja menata tiap incinya, mengatur sudut-sudut cahaya dibelokkan, menjadikan warna-warnanya tergradasi dengan sempurna. Indah, tak terperi. Membuat satu ujungnya berhulu di rasa ingin tahu dan ujungnya yang lain bermuara pada rasa takjub.

Mungkin tak seagung aurora, yang membuat ionosfer di langit utara dan selatan bumi megah dengan tarian sejuta warna, membuat iri khatulistiwa. Ia digelar Tuhan di dinding-dinding langit, dan dengan bangga, anggun membentang seolah sadar kalau ia cantik. Membuat hati anak-anak suku Inuit di belahan utara bumi dipenuhi takjub tak terlukiskan. Lalu terjun membilang-bilang warna, saat orangtua mereka mungkin tenggelam dalam mitologi menyesatkan tentang aurora. Menyenangkan pasti, tak ubahnya seperti menghitung bintang.

Tapi sekarang kita bicara tentang butiran-butiran air di langit sana, butiran-butiran air yang akan jatuh ke bumi sebagai hujan,

“… Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis tumbuhan” (thaahaa 20:53)

“… lalu dengan (air hujan itu) dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering);…”(Al-Jaatsiyah 45 :5)

“… dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu”(Al-Anfaal 8:11)

Subhanallah…

Maha benar Rabb-ku, Rabb yang menjadikan hujan..yang dengannya Ia menumbuhkan, menghidupkan, menyucikan, melindungi, menguatkan, meneguhkan…

Aku senang menanti saat-saat angin mengarak awan, menunggu awan memuntahkan apa yang dikandungnya. Dan ketika jutaan kubik air dari langit itu turun, ketika itulah resahku,keluhku, dukaku seperti terbasuh,tak langsung hilang memang,namun paling tidak untuk saat itu hujan menggantinya dengan selangsa bahagia entah bagaimana..

Jika berjalan di bawah hujan, aku akan terbuai dalam euphoria masa kanak-kanakku. Teringat ketika bersama teman-teman sebaya, aku berlarian dibawah hujan, tak tahu mengejar apa. Tersenyum tak henti-henti. Tertawa selantang mungkin mengalahkan suara hujan, tak tahu menertawakan apa. Berkicau-kicau samar dengan suara teredam karena gelombang suara kami dikalahkan mentah-mentah oleh aubade air yang gagah membahana. Melonjak-lonjak girang melawan air yang menukik seperti anak-anak panah menyerang kami. Tak peduli kami akan sakit, kami jatuh, kami kotor, apapun, termasuk kami akan diomeli orang tua kami. menyenangkan. Dan kesimpulannya: aku seperti kodok.

Jika berjalan di bawah hujan, aku merasakan pengawasan lebih, merasakan perlindungan lebih dari biasanya dan entah kenapa aku merasa lebih muda beberapa tahun.Merasa segalanya jadi lebih indah, lebih ringan..Merasa segala sesuatu disekelilingku bergerak dalam format slow motion yang meluluhkan. Merasa bahwa hujan kali itu sengaja turun untukku, merasa bahwa orang-orang lain yang lalu lalang hanyalah figuran-figuran tak penting dalam potongan scene2 hidupku. Merasakan bahwa tiap tetes hujan berusaha mengatur ritmenya untuk menyamai ritmeku, membuatku merasa berarti, bahwa irama hujan terpusat pada satu hal: hatiku. Dramatis luar biasa.

Aku menyukai hujan, menyukai caranya membuatku kuyup, menyukai caranya menampar-nampar wajahku, menyukai entah bagaimana ia membuatku bahagia, menyukai bau tanah basah yang ia timbulkan, menyukai suasana dramatis yang ia ciptakan, menyukai setiap kali ia membuat kepalaku sakit, menyukai apapun..

Aku menyukai hujan, karena dengannya Tuhan menumbuhkan, menghidupkan, menyucikan, melindungi, menguatkan, meneguhkan…

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS Ar-Rum [30]: 48)

Karena hujan itu indah…

Karena sejalan derasnya hujan, akan ada doa-doa yang dikabulkan..

“Padahal walaupun sebelum hujan diturunkan kepada mereka,mereka benar-benar telah berputus asa” (Ar-Ruum 30:49)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s