Tangga langit (again)


adalah kata yang turun dari tangga-tangga langit
menyelinap dari celah dedaunan hutan jati
berarak menelusup ke rumah-rumah senyap
menggedor pintu kamar, meninggalkan pesan dan bunyi
yang nyaris tak terdengar di ujung aksara terakhir

ya, dalam sayup aku masih menyimaknya
jutaan  mil perjalanan sejarah,  telah membawa manusia
selalu dalam posisi lupa, luka, dan tuna, menjabarkan
kebesaran Allah, lewat tangga-tangga langit yang ujungnya
mencakar hingga tak terlihat lagi, bahwa Allah berumah
di setiap persinggahan-Nya

isyarat dari langit itu mengingatkan
tentang bijih sawi, buah zaitun, yang ditanam oleh orang-orang
pendahulu, bahwa tak pernah ada kehidupan, tanpa janin dan
embrio kecuali Allah berkehendak.

sebagai khalifah, manusia sudah teramat dimanjakan
namun teramat sering juga merusak dan mengkhianati
tapi sunatullah yang selalu kusaksikan di saat senyap seperti ini
adalah prerograsi Allah yang tak pernah meleset
dan tak pernah terbantahkan

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s