Mulleres Solitarias


Rumah dan kepulangan yang disepakati…

pada perempuan yang menyelinap setelah magrib menegak ke arah barat

“Bun, jendela lelap dan ku lukis hatiku seperti atap rumah,

kita sama sama melupakan hujan juga sepatu kita yang terabai di kaki pintu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s